Thursday, February 12, 2026

CINTA MUDA

 "Cinta muda itu seperti perangko --- nempel terus disetiap kabar. Setelah tua....kadang jadi paket COD: datangnya kapan-kapan, bayarnya diakhir" 🫣🫣😂😂


Manusia itu gampang berubah. Hari ini berkomitmen, besok berdalih. Namun Kita sebagai anak TUHAN harus hidup menjadi berkat dan teladan dalam segala kondisi.


Yesaya 55:3 "Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud". 


Hanya TUHAN saja teladan sejati kita. Belajarlah dari Dia tentang komitmen dan kesetiaan sebab tidak akan pernah diingkari-Nya segala Firman-Nya. 


Juga dengarkan Dia setiap hari dalam doamu, penyembahanmu, dan permohonan-permohonan mu yang naik kepada -Nya


Selamat siang, TUHAN Yesus Kristus memberkati. Shallom 


PDP. Kristovianus Masneno, S.Th,.M.Pd.

TENTANG PERNIKAHAN

 "Pernikahan adalah ketika kamu menyadari bahwa orang yang kamu cintai adalah orang yang membuat kamu ingin membunuh mereka setiap hari... tapi kamu tidak bisa hidup tanpanya." 🤣


Kehidupan pernikahan adalah menyatukan perbedaan diantara dua pribadi. Ini adalah tantangan besar yang kadangkala sangat tidak mudah untuk dijalani.


Efesus 5:29 "Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, Sama seperti Kristus terhadap jemaat".


Dengan mengasuh dan merawati pernikahan sepenuh hati akan membawa kita masuk dalam petualangan cinta yang sejati hari ke hari.


Kelemahan dan kekurangan dari suami istri adalah kekuatan yang menyatukan bukan jurang yang memisahkan.


Selamat pagi, TUHAN Yesus Kristus memberkati. Shallom 


PDP. Kristovianus Masneno, S.Th,.M.Pd.

TENTANG CINTA

 "Cinta itu buta, jadi kalau kamu ingin tahu apa yang kamu cintai, tanya temanmu, mereka pasti tahu!" 😂


Kata bijak yang jenaka ini benar adanya. Kadang untuk mengetahui sesuatu dari pasangan Kita maka tanyalah pada temannya, mereka yang lebih tahu.


Firman TUHAN dalam Mazmur 25:12 mengatakan: "Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya"


Jadikan TUHAN sebagai teman karibmu dan dia menunjukkan kepadamu cinta sejati.


Ingat TUHAN Maha Tahu bahkan isi hati manusia pun ada didalam genggaman tangan Nya. 


Selamat pagi, TUHAN Yesus Kristus memberkati. Shallom 


PDP. Kristovianus Masneno, S.Th,.M.Pd.

Saturday, January 31, 2026

MARI SEBERANGI SUNGAI EFRAT

Bacaan: Kejadian 10:21-31

Dikatakan didalam Firman Tuhan bahwa Sem adalah bapa leluhur semua keturunan Eber.

Kemudian Eber ini adalah keturunan ke empat dari Sem, dengan urutan Sem - Arpakhsad - Selah - Eber.

Mengapa Eber yang adalah keturunan ke empat dari Sem menjadi begitu terkemuka atau menjadi begitu penting sehingga bahkan seluruh keturunan Sem disebut sebagai keturunan Eber??

Kita melihat beberapa hal penting.

1. Arti nama. Eber berarti "menyeberang" atau "orang yang menyeberang"

   Kata "Eber" inilah yang kemudian berkembang menjadi "Ibrani" yang juga berarti "orang yang menyeberang "

2. Eber, atau "orang yang menyeberang", menyeberang karena apa? Kita melihat ayat 6-12 disana ada seorang tokoh besar juga yakni Nimrod dari keturunan Ham adik Sem. 

Nimrod yang akhirnya memimpin keturunan Ham, bahkan hampir seluruh keturunan Nuh untuk membuat menara Babel karena Sinear adalah wilayah kerajaannya. 

Eber, karena ingin menjaga kesucian iman nya kepada Tuhan, akhirnya ia menyeberangi Sungai Efrat untuk menjauhkan diri dari hiruk pikuk dunia yang berusaha mencari sebuah persamaan dan pengakuan diri (11:1-9) dan menyombongkan diri dihadapan Allah.

3. Tindakan iman ini tidak berhenti pada pribadi Eber saja, ini kemudian berlanjut pada turunan nya yang datang beratus ratus tahun kemudian yakni Abraham (11:27 - 12:9). Abraham inilah yang akan disebut sebagai orang "Ibrani" - "orang yang menyeberang" (14:13) mengikuti jejak leluhurnya Eber yang menolak untuk ikut arus dunia yang semakin jauh meninggalkan Tuhan. 

Dengan demikian "Abraham orang Ibrani" menjadi gelar kehormatan bagi "Pewaris iman Eber"

Jika kita lihat daftar riwayat hidup orang orang sebelum Air Bah umur mereka panjang, bahkan ada yang hampir mencapai seribu tahun. Artinya bahwa Abram atau Abraham hidup se zaman dengan 10 generasi sebelum dia. 

Artinya bahwa estafet pengenalan akan Allah yang benar masih didengar langsung oleh Abram dari Sem dan tindakan keluar dari atau menyeberang yang diteladankan oleh Eber yang terjadi beratus tahun lalu masih diceritakan oleh Eber sendiri kepada Abram sehingga memantapkan iman Abram untuk keluar dari Ur Kasdim kemudian Haran untuk menuju tanah Kanaan.


Kata kedua yang mau kita bedah adalah "Efrat"

Efrat artinya dalam bahasa Ibrani "perat" berarti "sungai subur" atau "sungai yang menghasilkan buah" 

Artinya,  kita sebagai orang orang Ibrani rohani harus menyeberangi atau keluar dari hidup kita yang lama dan sia sia dan semu (perat - Efrat) yang akan hancur dalam kesia-siaan (bnd. Wahyu 9:13-15) bersama dengan menara Babel menuju kepada kehidupan yang penuh kenikmatan sorgawi (Kanaan yang penuh susu dan madu walaupun harus dengan perjuangan yang besar)

Galatia 9:3 berkata "jadi mereka yang hidup dalam iman, merekakah yang diberkati bersama sama dengan Abraham yang beriman itu"

Bagaimana caranya agar kita mampu mengambil keputusan untuk keluar dari zona nyaman dosa kepada hidup kekal yang berasal dari Tuhan?

Keluar dari zona nyaman dosa dan menuju hidup kekal yang berasal dari Tuhan memerlukan proses yang melibatkan kesadaran, pertobatan, dan komitmen untuk mengikuti Tuhan. Berikut beberapa langkah yang bisa diambil:

1. *Pengakuan Dosa*: Sadari dan akui dosa-dosa kita (1 Yohanes 1:9)

2. *Pertobatan*: Berbalik dari dosa dan menuju Tuhan (Kisah 3:19, Roma 2:4)

3. *Iman pada Yesus Kristus*: Percaya bahwa Yesus adalah Anak Tuhan dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat (Yohanes 3:16, Efesius 2:8-9)

4. *Pembaharuan Hidup*: Meninggalkan kehidupan lama dan hidup baru dalam Tuhan (Roma 6:4, 2 Korintus 5:17)

Karena Firman Tuhan berkata 

- "Karena upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Roma 6:23)

- "Jangan kamu menyesatkan diri: Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituai." (Galatia 6:7)

- "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10)


Dari Eber kita belajar taat pada Tuhan dan berusaha semaksimal mungkin agar generasi Kita kedepan juga tetap terpelihara Dan memelihara hubungan intim dengan TUHAN. Amin


TESBATAN, 1 Februari 2026

PDP. Kristovianus Masneno, S.Th,.M.Pd.

Saturday, December 6, 2025

FOKUS PADA TUJUAN

 Kisah Yohanes Pembaptis ditulis didalam ke-empat Injil.


1. Injil Matius menempatkan kisah ini pada masa sekembalinya Keluarga Yusuf dan Maria serta Bayi Yesus Kristus dari penyingkiran di Mesir (Mat. 3:1-17). Namun kisah ini bukan kisah dalam urutan waktu. Kata "pada waktu itu" di ayat 1 menunjukkan tentang masa awal pelayanan Yohanes Pembaptis. 

2. Injil Markus menempatkan kisah ini diawal tulisannya (Mark. 1:1-11) sebagai sebuah pengakuan tentang tugas dan tanggung jawab Yohanes Pembaptis sebagai pembuka jalan bagi kedatangan Mesias.

3. Injil Lukas lebih lengkap dan lebih dramatis dalam menjelaskan tentang Yohanes Pembaptis (Yoh. 1:5-80; 3:1-22)

4. Injil Yohanes (Yohanes Rasul) juga menempatkan kisah ini diawal tulisannya (Yoh. 1:19-34) setelah menjelaskan tentang Firman Allah yang menjadi manusia..... the Word of God became flesh atau bahasa teologis nya Inkarnasi atau incarnatio - menjadi daging (1:14)


Satu bagian detail menceritakan kepada kita tentang umur kelahiran Yohanes Pembaptis dan Yesus Kristus tidak terlalu jauh. Lukas 1:26 menjelaskan itu. 


Namun kemudian tempat dimana mereka dibesarkan dan menjalani hari hari mereka hingga memulai pelayanan mereka yang berbeda. Lukas 1:80 menjelaskan tentang bagaimana Yohanes Pembaptis menjalani hari hari hidupnya. Lukas 2:52 menjelaskan tentang bagaimana cara hidup Kristus. 


Kedua tokoh Alkitab ini menjalani pembentukan yang berbeda, namun mereka memiliki tujuan yang sama yakni penggenapan janji keselamatan Allah bagi manusia didalam nama Yesus Kristus. Dan ini adalah satu fakta yang tidak terbantahkan. 


Bagaimana kedua tokoh ini menjaga tujuan hidup yang sudah ditentukan bagi mereka hingga mereka bisa menuntaskan tugas tanggung jawab mereka dengan baik? 


1. Komitmen yang kuat. Yohanes menjalankan misinya dengan berani dan setia, mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias dalam keadaan yang sederhana dan pesan pertobatan dan baptisan air. Sedangkan Kristus menjalankan misinya dengan kasih, kesabaran, dan ketaatan dan mengajarkan hal kerajaan Sorga, kasih dan mukjizat serta mau datang kepada mereka yang lemah dan terpinggirkan untuk menguatkan dan menyelesaikan persoalan persoalan mereka. 


2. *Ketaatan*: Yohanes Pembaptis taat pada panggilan Tuhan untuk membaptis Yesus, meskipun dia merasa tidak layak. Yesus Kristus taat pada kehendak Bapa, bahkan ketika itu berarti menjalani penderitaan dan kematian.

3. *Kerendahan hati*: Yohanes Pembaptis mengakui dirinya tidak layak untuk membaptis Yesus, dan Yesus Kristus menunjukkan kerendahan hati dengan menjadi hamba bagi semua orang.

4. *Kasih dan belas kasihan*: Yesus Kristus menunjukkan kasih dan belas kasihan kepada orang-orang yang berdosa, sakit, dan miskin. Yohanes Pembaptis juga menunjukkan kasih dengan membaptis orang-orang yang bertobat.

5. *Ketabahan dan keteguhan*: Yohanes Pembaptis tetap setia pada kebenaran, bahkan ketika menghadapi penentangan dan penjara. Yesus Kristus tetap setia pada misi-Nya, bahkan ketika menghadapi penderitaan dan kematian.


Teladan-teladan ini dapat membantu kita memperkuat iman dan menjalani hidup kita dengan lebih baik. 


Marilah kita mengambil bagian dalam misi Allah dengan talenta yang dimiliki untuk mencapai rencana rencana besar TUHAN didalam hidup kita.

Tuesday, November 4, 2025

BENIH ILAHI DIDALAM KU

 Dalam Alkitab, kata "benih" diterjemahkan dari beberapa kata dalam bahasa Ibrani dan Yunani. Berikut beberapa contoh:


*Bahasa Ibrani:*


1. *זֶרַע (zera')*: Kata ini sering diterjemahkan sebagai "benih" atau "keturunan". Contoh: Kejadian 1:11, 12: "Tanah itu menumbuhkan rumput-rumputan dan tumbuhan-tumbuhan yang menghasilkan benih (זֶרַע) menurut jenisnya."


*Bahasa Yunani:*


1. *σπέρμα (sperma)*: Kata ini juga diterjemahkan sebagai "benih" atau "keturunan". Contoh: Matius 13:31: "Yesus menyampaikan perumpamaan lain kepada mereka, yaitu: 'Kerajaan Allah itu seperti sebutir biji sesawi yang diambil dan ditaburkan di ladang.'" (σπέρμα digunakan dalam konteks benih yang ditaburkan)

2. *σπέρματος (spermatos)*: Bentuk genitif dari σπέρμα, sering digunakan dalam konteks "keturunan" atau "anak-anak". Contoh: Galatia 3:29: "Dan jika kamu adalah milik Kristus, maka kamu adalah keturunan (σπέρματος) Abraham."

Kedua kata ini memiliki makna yang terkait dengan benih sebagai sumber kehidupan dan pertumbuhan, serta keturunan sebagai hasil dari benih tersebut. 

Dalam 1 Petrus 1:23, kata "benih" dalam bahasa Yunani adalah *σπορᾶς (sporās)*, yang merupakan bentuk genitif dari *σπορά (spora)*, yang berarti "benih" atau "penaburan". Namun, dalam beberapa versi Alkitab, kata ini diterjemahkan dari kata *λόγος (logos)*, yang berarti "Firman" atau "perkataan", karena ayat tersebut menyebutkan "benih yang tidak dapat binasa" adalah "Firman Allah yang hidup dan kekal".

Jadi, dalam konteks 1 Petrus 1:23, kata "benih" lebih merujuk pada Firman Allah sebagai sumber kehidupan baru dan kekal, bukan benih secara biologis.

Ayat tersebut berbunyi: "Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang dapat binasa, tetapi dari benih yang tidak dapat binasa, yaitu Firman Allah yang hidup dan kekal." (1 Petrus 1:23)

Kata "benih" di sini merujuk pada *σπορᾶς (sporās)*, tetapi konsepnya lebih bersifat metaforis, menekankan kuasa Firman Allah dalam melahirkan kita kembali.

 Berdasarkan 1 Petrus 1:23, kita akan melihat apa makna penting dari kata "benih" yang dimaksudkan oleh Rasul Petrus.


1. *Kelahiran baru melalui Firman Allah*: Petrus menekankan bahwa kita telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang dapat binasa, tetapi dari benih yang tidak dapat binasa, yaitu Firman Allah yang hidup dan kekal. Ini menunjukkan betapa pentingnya Firman Allah dalam kehidupan kita sebagai sumber kehidupan baru dan kekal.


2. *Firman Allah yang kekal dan hidup*: Petrus menggambarkan Firman Allah sebagai "hidup dan kekal." Ini menekankan kuasa dan kekuatan Firman Allah yang tidak terbatas oleh waktu atau ruang. Firman Allah tetap relevan dan efektif dalam kehidupan kita sehari-hari.


3. *Pertumbuhan rohani yang berkelanjutan*: Sebagai orang-orang yang telah dilahirkan kembali, kita dipanggil untuk terus bertumbuh dalam iman dan pengenalan akan Kristus. Ini berarti kita perlu terus memperdalam pemahaman kita akan Firman Allah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


4. *Kehidupan yang berbeda*: Petrus menekankan bahwa kita telah menjadi anak-anak Allah yang baru, yang berarti kita dipanggil untuk hidup berbeda dari dunia ini. Ini mencakup cara kita berpikir, berperilaku, dan berinteraksi dengan orang lain.


5. *Kekudusan dan kepatuhan*: Petrus mendorong kita untuk hidup kudus dan mematuhi Firman Allah dalam segala aspek kehidupan kita. Ini bukan hanya tentang tindakan luar, tetapi juga tentang motivasi hati dan pikiran kita.


Poin poin ini biar menjadi refleksi bagi kita, sudah sejauh mana kita memahami tentang siapa kita dihadapan Allah dan dihadapan manusia.

CINTA MUDA

 "Cinta muda itu seperti perangko --- nempel terus disetiap kabar. Setelah tua....kadang jadi paket COD: datangnya kapan-kapan, bayarny...