Bacaan: Kejadian 10:21-31
Dikatakan didalam Firman Tuhan bahwa Sem adalah bapa leluhur semua keturunan Eber.
Kemudian Eber ini adalah keturunan ke empat dari Sem, dengan urutan Sem - Arpakhsad - Selah - Eber.
Mengapa Eber yang adalah keturunan ke empat dari Sem menjadi begitu terkemuka atau menjadi begitu penting sehingga bahkan seluruh keturunan Sem disebut sebagai keturunan Eber??
Kita melihat beberapa hal penting.
1. Arti nama. Eber berarti "menyeberang" atau "orang yang menyeberang"
Kata "Eber" inilah yang kemudian berkembang menjadi "Ibrani" yang juga berarti "orang yang menyeberang "
2. Eber, atau "orang yang menyeberang", menyeberang karena apa? Kita melihat ayat 6-12 disana ada seorang tokoh besar juga yakni Nimrod dari keturunan Ham adik Sem.
Nimrod yang akhirnya memimpin keturunan Ham, bahkan hampir seluruh keturunan Nuh untuk membuat menara Babel karena Sinear adalah wilayah kerajaannya.
Eber, karena ingin menjaga kesucian iman nya kepada Tuhan, akhirnya ia menyeberangi Sungai Efrat untuk menjauhkan diri dari hiruk pikuk dunia yang berusaha mencari sebuah persamaan dan pengakuan diri (11:1-9) dan menyombongkan diri dihadapan Allah.
3. Tindakan iman ini tidak berhenti pada pribadi Eber saja, ini kemudian berlanjut pada turunan nya yang datang beratus ratus tahun kemudian yakni Abraham (11:27 - 12:9). Abraham inilah yang akan disebut sebagai orang "Ibrani" - "orang yang menyeberang" (14:13) mengikuti jejak leluhurnya Eber yang menolak untuk ikut arus dunia yang semakin jauh meninggalkan Tuhan.
Dengan demikian "Abraham orang Ibrani" menjadi gelar kehormatan bagi "Pewaris iman Eber"
Jika kita lihat daftar riwayat hidup orang orang sebelum Air Bah umur mereka panjang, bahkan ada yang hampir mencapai seribu tahun. Artinya bahwa Abram atau Abraham hidup se zaman dengan 10 generasi sebelum dia.
Artinya bahwa estafet pengenalan akan Allah yang benar masih didengar langsung oleh Abram dari Sem dan tindakan keluar dari atau menyeberang yang diteladankan oleh Eber yang terjadi beratus tahun lalu masih diceritakan oleh Eber sendiri kepada Abram sehingga memantapkan iman Abram untuk keluar dari Ur Kasdim kemudian Haran untuk menuju tanah Kanaan.
Kata kedua yang mau kita bedah adalah "Efrat"
Efrat artinya dalam bahasa Ibrani "perat" berarti "sungai subur" atau "sungai yang menghasilkan buah"
Artinya, kita sebagai orang orang Ibrani rohani harus menyeberangi atau keluar dari hidup kita yang lama dan sia sia dan semu (perat - Efrat) yang akan hancur dalam kesia-siaan (bnd. Wahyu 9:13-15) bersama dengan menara Babel menuju kepada kehidupan yang penuh kenikmatan sorgawi (Kanaan yang penuh susu dan madu walaupun harus dengan perjuangan yang besar)
Galatia 9:3 berkata "jadi mereka yang hidup dalam iman, merekakah yang diberkati bersama sama dengan Abraham yang beriman itu"
Bagaimana caranya agar kita mampu mengambil keputusan untuk keluar dari zona nyaman dosa kepada hidup kekal yang berasal dari Tuhan?
Keluar dari zona nyaman dosa dan menuju hidup kekal yang berasal dari Tuhan memerlukan proses yang melibatkan kesadaran, pertobatan, dan komitmen untuk mengikuti Tuhan. Berikut beberapa langkah yang bisa diambil:
1. *Pengakuan Dosa*: Sadari dan akui dosa-dosa kita (1 Yohanes 1:9)
2. *Pertobatan*: Berbalik dari dosa dan menuju Tuhan (Kisah 3:19, Roma 2:4)
3. *Iman pada Yesus Kristus*: Percaya bahwa Yesus adalah Anak Tuhan dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat (Yohanes 3:16, Efesius 2:8-9)
4. *Pembaharuan Hidup*: Meninggalkan kehidupan lama dan hidup baru dalam Tuhan (Roma 6:4, 2 Korintus 5:17)
Karena Firman Tuhan berkata
- "Karena upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Roma 6:23)
- "Jangan kamu menyesatkan diri: Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituai." (Galatia 6:7)
- "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10)
Dari Eber kita belajar taat pada Tuhan dan berusaha semaksimal mungkin agar generasi Kita kedepan juga tetap terpelihara Dan memelihara hubungan intim dengan TUHAN. Amin
TESBATAN, 1 Februari 2026
PDP. Kristovianus Masneno, S.Th,.M.Pd.